| admin
Mikrotik Academy
Akademi MikroTik TJKT
Terinspirasi oleh MikroTik Academy yang bertujuan menyelenggarakan kelas networking dengan linkungan RouterOS sebagai pembelajarannya maka Akademi MikroTik TJKT pun memiliki maksud yang sama, agar lulusan dari SMK memiliki lingkungan belajar yang setara dengan industri dan kompetensinya memperoleh pengakuan secara internasional seperti sertifikat MTCNA (MikroTik Certified Network Associate). Diawali pada bulan Februari 2015, TKJ SMK N 1 Sedayu, dengan perwakilan guru Pangarso Ari Wibowo, S.T. dan SPC. Dwi Timbul Nugroho, S.Kom. memperoleh kesempatan untuk mengikuti training dan ujian untuk MikroTik Academy Preparation Class yang diselenggarakan oleh Citraweb dan Sekolah Vokasi UGM. Hasil yang diperoleh ternyata belum memenuhi harapan.
Kesempatan berikutnya datang pada tahun yang sama di bulan Agustus dengan mengirimkan guru Sukarti, S.Kom. sebagai peserta. Peserta berhasil memperoleh sertifikat MTCNA dan MTCRE namun dengan akumulasi nilai yang belum mencukupi untuk syarat mendirikan akademi. Dari dua kesempatan yang belum membuahkan hasil maka pembelajaran berbasis RouterOS dan perangkat MikroTik makin intens disampaikan ke para siswa. Guru pun akhirnya terpacu untuk meningkatkan kompetensinya. Uji Kompetensi Keahlian (UKK) yang diselenggarakan di tingkat sekolah juga sudah menggunakan perangkat router keluaran dari MikroTik. Siswa pun makin familier dengan brand MikroTik. Pada tahun 2016, dua siswa TKJ yaitu: Ahmad Eko dan Angga Fredi justru langsung berhasil memperoleh sertifikasi MTCNA. Berikutnya tahun 2017, TKJ SMK N 1 Sedayu memperoleh prestasi di Olimpiade Jaringan MikroTik (OJM) dengan lolos pada tahap ke-2 babak penyisihan regional yang diselenggarakan di Semarang. Etdi Jarwanto, Muhammad Aziz, dan Sukarti, S.Kom. menjadi tim yang mewakili sekolah.
Kesempatan berikutnya datang dengan selang waktu yang cukup lama, yaitu pada bulan Januari tahun 2019 dengan wakil guru Hendra Widyatmiko, S.T. dan Pangarso Ari Wibowo, S.T. Pada kesempatan ini salah satu wakil berhasil memperoleh sertifikat MTCNA. Namun karena training yang diselenggarakan hanya untuk kompetensi dasar maka kesempatan untuk memiliki akademi masih belum tercapai.